Meskipun tersedia lebih banyak pilihan warna cerah, putih tetap menjadi pilihan warna mobil dominan bagi pembeli Amerika, menurut data terbaru dari perusahaan pelapis otomotif Axalta. Pada tahun 2025, hampir 29% kendaraan yang terjual di AS berwarna putih, sedikit menurun dari 33% yang tercatat pada tahun 2024, namun tetap mempertahankan posisinya sebagai warna paling populer.
Pemerintahan Netral
Preferensi untuk warna-warna netral lebih dari sekadar warna putih. Warna hitam dan abu-abu menyusul, masing-masing menguasai 23% dan 22% pangsa pasar. Perak tertinggal sebesar 7%, sedangkan biru adalah warna non-netral yang paling populer, hanya menyumbang 6% dari total penjualan. Tren ini menyoroti keengganan yang terus-menerus di kalangan konsumen Amerika untuk memilih warna yang lebih berani dan ekspresif meskipun produsen mobil menawarkannya.
Tren Global: Konsistensi dengan Sedikit Perubahan
Dominasi kelompok netral tidak hanya terjadi di AS. Laporan global Axalta menunjukkan kulit putih memimpin di Amerika Selatan dengan pangsa 35%, sementara abu-abu mendominasi di Eropa dengan 26%. Di Asia, warna hitam adalah yang paling populer dengan persentase 26%. Namun, terdapat tanda-tanda pergeseran preferensi di wilayah tertentu:
- Asia mengalami sedikit kenaikan pada warna kuning/emas (+6%), hijau (+3%), dan oranye/ungu (+2%).
- AS juga mengalami sedikit peningkatan pada warna merah, coklat/krem, hijau, dan kuning/emas.
Perubahan-perubahan ini menunjukkan adanya peningkatan, meski masih kecil, selera terhadap warna-warna yang lebih cerah.
Mengapa Ini Penting?
Popularitas warna mobil netral yang bertahan lama mencerminkan perilaku konsumen yang lebih luas. Banyak pembeli memprioritaskan nilai jual kembali dan estetika yang “aman” dibandingkan ekspresi pribadi. Warna putih, hitam, dan abu-abu dianggap abadi dan cenderung ketinggalan jaman. Pendekatan konservatif ini berdampak tidak hanya pada industri otomotif tetapi juga fesyen, dekorasi rumah, dan barang konsumsi lainnya.
Sedikit peningkatan pada warna-warna berani di Asia dan Amerika menunjukkan bahwa generasi muda atau segmen pembeli yang sedang berkembang mungkin mencari lebih banyak individualitas. Produsen mobil merespons dengan menawarkan lebih banyak opsi, namun sebagian besar masih berpegang pada pilihan netral.
“Laporan tahun ini mengungkapkan bagaimana warna netral yang bertahan lama terus menjadi ciri khas palet global, bahkan ketika minat terhadap hasil akhir yang menghadirkan kedalaman, pergerakan, dan individualitas yang lebih besar pada gaya kendaraan meningkat,” kata Dr. Lei Qiao, Wakil Presiden Teknologi, Mobility Coatings di Axalta.
Hal ini menunjukkan masa depan di mana warna-warna yang lebih berani mungkin akan lebih populer, namun warna-warna netral kemungkinan akan tetap dominan di masa mendatang.
Pada akhirnya, data mengungkapkan bahwa meskipun pilihan warna otomotif semakin banyak, sebagian besar pengemudi masih lebih menyukai tampilan klasik dan bersahaja.
