Meningkatnya konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, diperkirakan akan meningkatkan biaya pengisian bensin dan kendaraan listrik (EV) secara signifikan di Inggris. Lonjakan harga minyak dan gas baru-baru ini diperkirakan akan berdampak pada kenaikan harga di SPBU dan stasiun pengisian kendaraan listrik di rumah dan umum.
Harga Minyak Melonjak Di Tengah Ketegangan Regional
Minyak mentah Brent, patokan produksi bensin, mencapai lebih dari $84 per barel pada hari Rabu – level tertinggi sejak Juni tahun lalu. Lonjakan ini menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan, termasuk ancaman terhadap jalur pelayaran melalui Selat Hormuz. Qatar telah menghentikan ekspor LNG, yang semakin memperburuk situasi. Hal ini merupakan perkembangan penting karena Selat Hormuz merupakan titik penghubung pasokan minyak global, dan gangguan di sana berdampak langsung pada harga minyak di seluruh dunia.
Harga Gas Alam Mencapai Tertingginya dalam Tiga Tahun
Harga gas alam Inggris juga melonjak, melebihi £1,44 per term – harga tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Peningkatan ini terkait dengan tekanan geopolitik yang sama yang mempengaruhi pasar minyak. Meskipun batasan harga energi saat ini (ditetapkan hingga bulan April) melindungi konsumen untuk saat ini, para ahli memperkirakan bahwa harga akan meningkat tajam pada bulan Juli karena pemasok bergulat dengan kenaikan biaya grosir. Ini berarti pengisian daya kendaraan listrik, yang mengandalkan listrik yang berasal dari pembangkit listrik berbahan bakar gas, juga akan menjadi lebih mahal.
Konteks Sejarah: Ukraina vs. Iran
Meskipun harga saat ini meningkat, harga tersebut masih berada di bawah level puncak yang pernah terjadi pada invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022. Saat itu, harga minyak melonjak hingga $119 per barel, mendorong harga bensin Inggris mencapai rekor 191 pence per liter. Hal ini berarti adanya tambahan £31 per pengisian tangki dibandingkan dengan harga sebelum konflik. Situasi saat ini, meskipun tidak terlalu ekstrim, masih menunjukkan peningkatan yang signifikan bagi pengemudi dan pemilik kendaraan listrik.
Respon Pengecer dan Dampak Konsumen
RAC mendesak pengecer bahan bakar untuk menghindari kenaikan harga grosir terlalu cepat, dan memastikan keadilan di pompa bensin. Namun, kenaikan biaya diperkirakan akan tercermin pada harga konsumen, sehingga membuat harga bensin dan kendaraan listrik menjadi lebih mahal dalam beberapa bulan mendatang.
Pelajaran utamanya adalah ketidakstabilan geopolitik berdampak langsung pada pasar energi, dimana konsumenlah yang menanggung beban kenaikan harga. Situasi ini menggarisbawahi keterhubungan pasokan energi global dan kerentanan harga bahan bakar terhadap konflik regional.
