Selama bertahun-tahun, McLaren menolak tren industri pembuatan SUV. Namun dengan perubahan kepemimpinan dan meningkatnya tekanan untuk melakukan diversifikasi, pembuat supercar asal Inggris tersebut kini siap memasuki segmen performa berkendara tinggi. Meskipun belum ada pengumuman resmi yang dibuat, perkembangan terkini menunjukkan bahwa SUV McLaren semakin mendekati kenyataan dibandingkan sebelumnya.
Pergeseran Strategi: Dari Skeptisisme ke Realitas
McLaren sudah lama menentang gagasan SUV, dan memprioritaskan identitasnya yang rendah hati dan fokus pada lintasan. Namun, lanskap otomotif telah berubah secara dramatis. Pesaing seperti Ferrari, Lamborghini, dan Rolls-Royce semuanya berhasil meluncurkan SUV kelas atas, membuktikan adanya pasar yang signifikan untuk performa mewah dalam model bodi ini. CEO baru, Nick Collins, telah mengisyaratkan kesediaannya untuk beradaptasi, dengan menyatakan bahwa merek tersebut “pasti akan melihat sesuatu dengan lebih dari dua kursi”.
Yang Kami Ketahui Sejauh Ini: Kekuatan, Desain, dan Pemosisian
Meskipun detailnya masih belum diketahui, McLaren dilaporkan telah menunjukkan kepada dealer model tanah liat dari SUV hybrid lima kursi. Para peserta mendeskripsikan desainnya sebagai “terpahat dan berotot”, yang bertujuan untuk menonjol di segmen SUV mewah yang ramai. Kendaraan ini dikatakan lebih besar dari Porsche Cayenne Turbo GT dan menampilkan gaya agresif, termasuk kerang aerodinamis yang dalam dan roda 24 inci.
Di bawah kap, McLaren diperkirakan akan menggunakan powertrain hybrid V-8. Kandidat yang paling mungkin adalah varian mesin MHP-8 4.0 liter twin-turbocharged yang ditemukan di hypercar W1, yang mampu menghasilkan lebih dari 1.258 tenaga kuda bila dikombinasikan dengan motor listrik. Konfigurasi akhir mungkin memprioritaskan jangkauan listrik dibandingkan tenaga mentah, namun McLaren memiliki potensi untuk membangun salah satu SUV hybrid paling ampuh di pasar.
Harga dan Waktu: Kapan Akan Tiba?
Mengingat performa dan eksklusivitas yang diharapkan, SUV McLaren kemungkinan besar akan dibanderol dengan harga bersaing dengan rivalnya seperti Lamborghini Urus SE dan Ferrari Purosangue. Harga awal sekitar $300.000 masuk akal, dengan model dengan spesifikasi lebih tinggi berpotensi melebihi $400.000.
McLaren belum mengumumkan secara resmi tanggal peluncurannya. Namun, laporan internal menunjukkan kemungkinan debut sekitar tahun 2028. Perusahaan dilaporkan menyebut proyek tersebut “P47” secara internal, meskipun nama yang lebih menggugah seperti “Solus” – yang sebelumnya merupakan merek dagang McLaren – dapat digunakan untuk model produksi.
Masuknya McLaren ke segmen SUV menandai perubahan strategis yang signifikan bagi merek tersebut. Meskipun terlambat, perusahaan ini memiliki teknik dan pengenalan merek untuk menciptakan SUV berperforma tinggi yang benar-benar unik yang akan menantang para pemain lama.
