Porsche Menjual Mobil Sport “Baru” seharga $282K yang Digunakan sebagai Kendaraan Pelatihan Mekanik

23
Porsche Menjual Mobil Sport “Baru” seharga $282K yang Digunakan sebagai Kendaraan Pelatihan Mekanik

Seorang pria Florida mengklaim Porsche menjual kepadanya sebuah 911 GT3 seharga $281,940 yang telah banyak digunakan untuk pelatihan teknisi, meskipun dipasarkan sebagai barang baru. Gugatan tersebut menuduh kendaraan tersebut berulang kali dibongkar dan dipasang kembali oleh peserta magang, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang kontrol kualitas dan praktik penjualan Porsche.

Penjualan yang Menipu

Abdul Azizi membeli Porsche 911 GT3 2022 dari Porsche Warrington di Pennsylvania, dengan keyakinan bahwa mobil itu hanya digunakan untuk pajangan diler. Staf diduga mengatakan kepadanya bahwa mobil tersebut memiliki jarak tempuh minimal dan hanya berfungsi untuk membiasakan personel dengan model tersebut. Namun, sejarah kendaraan itu sangat berbeda.

Berdasarkan dokumen pengadilan, GT3 telah ditugaskan ke Program Magang Teknologi Porsche, dan digunakan sebagai alat pelatihan langsung bagi para mekanik. Artinya, kemungkinan besar teknisi akan membongkarnya dan memasangnya kembali beberapa kali—suatu praktik yang akan mendiskualifikasinya untuk dijual sebagai barang baru.

Bendera Merah Diabaikan

Azizi melihat ada ketidakkonsistenan saat meminta stiker jendela aslinya. Dealer mengklaim itu tidak tersedia, malah memberikan lembar pembuatan. Keesokan harinya, Azizi menemukan stiker tersembunyi di laci mobil, bertuliskan “PCNA CAR NOT FOR SALE” dengan huruf merah.

Ini seharusnya menjadi tanda peringatan yang jelas, namun masalahnya justru semakin meningkat. Tak lama setelah pengiriman, GT3 mengalami masalah kelistrikan yang parah. Seorang teknisi bersertifikat Porsche menemukan bukti pembongkaran sebelumnya selama pemeriksaan.

Masalah Mekanis dan Tindakan Hukum

Pemeriksaan lebih lanjut mengungkapkan bahwa bagian undercarriage telah dipasang kembali secara tidak benar, yang memastikan bahwa mobil tersebut telah dirusak. Meskipun telah dilakukan upaya perbaikan berulang kali, kendaraan tersebut tetap tidak dapat digunakan untuk waktu yang lama. Azizi kini sedang menempuh jalur hukum dengan menyebut kondisi mobil tersebut melanggar garansi dan praktik penjualan yang menipu.

Kasus ini menyoroti potensi masalah sistemik di mana Porsche mungkin memprioritaskan keuntungan daripada transparansi, menjual kendaraan dengan sejarah yang dirahasiakan sehingga membahayakan kepercayaan dan keselamatan pembeli.

Gugatan tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai prosedur pengendalian kualitas internal Porsche dan apakah pelanggan dapat mengandalkan dealer untuk secara akurat mewakili kondisi pembelian bernilai tinggi.