Penjualan Volkswagen Turun di China Meski Tetap Menjadi Pemimpin Pasar

14

Grup Volkswagen mengalami penurunan penjualan sebesar 8% dari tahun ke tahun di Tiongkok selama tahun 2025, menghasilkan 2,69 juta kendaraan. Meski mengalami penurunan, perusahaan tetap mempertahankan posisinya sebagai merek otomotif asing terkemuka di pasar mobil terbesar di dunia. Penurunan ini signifikan karena Tiongkok adalah pendorong pertumbuhan utama bagi produsen mobil global, dan kehilangan kekuatan di sana dapat berdampak pada profitabilitas jangka panjang.

Kekuatan Kendaraan Bensin Menutupi Tantangan Transisi EV

Meskipun penjualan secara keseluruhan turun, kendaraan bertenaga bensin Volkswagen terus menunjukkan kinerja yang baik, mempertahankan lebih dari 22% pangsa pasar dengan 2,57 juta unit terjual. Volkswagen Passat mendominasi pasar bensin segmen B, dan Audi telah mendapatkan kembali posisi kepemimpinan mewahnya dengan sedan A6L. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap mesin pembakaran tradisional tetap kuat di Tiongkok, bahkan ketika tren global beralih ke elektrifikasi.

Meski demikian, Volkswagen gencar mendorong sektor kendaraan listrik (EV). Pengiriman kendaraan listrik secara global meningkat sebesar 32% menjadi hampir 983.100 unit, yang kini mencakup lebih dari 10% total penjualan Grup. Perusahaan ini jelas berinvestasi pada teknologi masa depan, namun keseimbangan saat ini menunjukkan transisi yang sulit dari dominasi bensin.

Penurunan Q4 dan Sinyal Investasi Penelitian dan Pengembangan Pergeseran Strategis

Kuartal keempat menunjukkan penurunan tajam sebesar 17,4% pada pengiriman Tiongkok, dengan total 719,800 kendaraan. Penurunan yang semakin cepat ini mungkin disebabkan oleh meningkatnya persaingan dari merek-merek kendaraan listrik dalam negeri, yang dengan cepat memperoleh pangsa pasar.

Pada bulan November 2025, Volkswagen membuka pusat penelitian dan pengembangan eksternal pertamanya di Tiongkok, yang menandakan komitmen jangka panjang terhadap inovasi lokal. Langkah ini penting untuk beradaptasi dengan permintaan unik pasar Tiongkok dan mengurangi ketergantungan pada siklus pembangunan yang berbasis di Jerman.

Rencana Elektrifikasi 2026-2030: Strategi Menyeluruh

Ke depan, Volkswagen merencanakan dorongan elektrifikasi yang agresif. Pada tahun 2026, lebih dari 20 kendaraan listrik, hibrida plug-in, dan perluasan jangkauan baru akan diluncurkan di Tiongkok, memanfaatkan platform baru seperti CMP dan CEA. Sasarannya adalah memperluas portofolio ini ke lebih dari 30 model kendaraan listrik pada tahun 2027 dan hampir 50 kendaraan energi baru pada tahun 2030, dengan sekitar 30 kendaraan sepenuhnya bertenaga listrik.

Rencana ambisius ini menunjukkan pengakuan Volkswagen bahwa masa depan penjualan otomotif di Tiongkok adalah kendaraan listrik. Masih belum diketahui apakah perusahaan dapat menjalankan strategi ini secara efektif, namun taruhannya besar dan persaingannya sangat ketat.

Kesuksesan Volkswagen di Tiongkok bergantung pada kemampuannya untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus mempertahankan penjualan kendaraan berbahan bakar bensin dalam jangka pendek. Beberapa tahun ke depan akan sangat penting untuk menentukan apakah perusahaan dapat mempertahankan kepemimpinan pasarnya.