Iklan Toyota HiLux Ditarik karena Melanggar Standar Keselamatan

15

Iklan televisi baru-baru ini untuk Toyota HiLux ute ditemukan melanggar kode periklanan Australia, sehingga memaksa Toyota untuk menarik atau memodifikasi iklan tersebut secara besar-besaran. Iklan tersebut, berjudul “The Pied Piper,” menggambarkan sekelompok besar anjing yang tidak terkendali di belakang kendaraan yang bergerak, sebuah praktik yang dianggap berbahaya dan ilegal oleh Panel Komunitas Standar Iklan.

Kontroversi: Anjing di Nampan

Iklan tersebut memperlihatkan lusinan anjing dengan lucunya memenuhi nampan HiLux Rogue, mengejar kendaraan tersebut di jalan tanah dan melompat ke dalamnya tanpa pengaman. Beberapa pemirsa mengajukan keluhan, dengan alasan bahwa iklan tersebut mempromosikan perilaku mengemudi yang tidak aman dan gagal memenuhi standar dasar kesejahteraan hewan. Meskipun Toyota mengklaim bahwa iklan tersebut dimaksudkan untuk bersifat ringan dan berlebihan, yang menggambarkan persepsi loyalitas kendaraan, panel tidak setuju.

Pelanggaran Kode: FCAI dan AANA

Investigasi menemukan bahwa Toyota melanggar dua standar periklanan utama:

  • Kode Iklan Kendaraan Bermotor FCAI 2(c): Iklan tersebut menampilkan praktik mengemudi ilegal dengan menampilkan hewan tanpa pengaman di tempat tidur kendaraan – yang jelas merupakan pelanggaran peraturan keselamatan jalan raya.
  • Kode Etik AANA 2.6 (Kesehatan dan Keselamatan): Penggambaran anjing yang tidak terkendali dalam iklan bertentangan dengan standar komunitas yang berlaku mengenai keselamatan hewan dan penumpang.

Panel menepis kekhawatiran mengenai kekerasan terhadap hewan, dengan menyebutkan penggunaan anjing terlatih, alat peraga statis, dan CGI dalam beberapa adegan. Toyota mengonfirmasi bahwa tidak ada anjing hidup yang terekam tanpa pengaman saat mengendarai kendaraan di jalan umum, namun hal ini tidak meniadakan penggambaran transportasi hewan yang tidak aman.

Respon Toyota & Langkah Selanjutnya

Toyota membela iklan tersebut dengan menyatakan bahwa iklan tersebut dimaksudkan untuk menyorot secara lucu daya tarik HiLux, dan pengemudi yang acuh tak acuh mengatakan bahwa kejadian seperti itu adalah hal biasa bagi pemilik. Namun penjelasan tersebut tidak memuaskan panel, yang memutuskan bahwa iklan tersebut harus dimodifikasi agar sesuai dengan standar periklanan.

Keputusan panel menyimpulkan: “Toyota akan memodifikasi iklannya.”

Kasus ini menggarisbawahi pengawasan ketat terhadap konten iklan di Australia, khususnya terkait standar keselamatan dan etika. Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana produsen mobil menggambarkan penggunaan kendaraan dalam iklan, memastikan mereka tidak secara tidak sengaja mempromosikan perilaku berbahaya atau ilegal.