Transmisi Manual Masih Hidup: Data Penjualan Produsen Mobil Tahun 2025

2

Meskipun ada prediksi kehancurannya, transmisi manual tidak menghilang secepat yang diperkirakan beberapa orang. Survei terbaru terhadap produsen mobil mengungkapkan bahwa sebagian besar pembeli masih lebih menyukai pengalaman tiga pedal, dan beberapa merek bahkan mengalami peningkatan penjualan manual pada tahun 2025. Tren ini menunjukkan bahwa permintaan dari kalangan antusias tetap kuat, bahkan ketika transmisi otomatis mendominasi pasar yang lebih luas.

Temuan Utama: Merek demi Merek

Data menunjukkan tingkat pengambilan manual yang beragam, mulai dari supercar khusus di mana manual lebih disukai oleh lebih dari 75% pembeli, hingga kendaraan umum di mana perpindahan gigi mewakili persentase penjualan yang lebih kecil namun tetap penting.

Pemimpin Kemewahan dan Kinerja:

  • Pagani Utopia: 75% pembeli memilih manual, naik dari 70% pada tahun 2024.
  • Porsche 911: Manual menyumbang 83% penjualan jika tersedia.
  • Lotus Emira: Sebanyak 88% pembeli memilih manual.
  • Subaru BRZ: 90% pembeli memilih manual, melonjak signifikan dari 77,8% tahun lalu.

Pertahanan Arus Utama:

  • Cadillac CT4-V Blackwing: Lebih dari 60% pembeli lebih menyukai manual.
  • Nissan Z: 46,1% pembeli memilih manual, hampir separuh dari seluruh penjualan.
  • Toyota GR Corolla: 71% pembeli memilih manual, meskipun tersedia opsi otomatis.
  • Volkswagen Jetta GLI: 44,9% pembeli lebih menyukai manual.

Tren Penting:

  • Acura Integra: Tingkat pengambilan manual meningkat menjadi 22%, naik dari 19,8% pada tahun 2024.
  • BMW M Series: Manual tetap populer di model performa, dengan tingkat penggunaan sekitar 33-50% tergantung pada kendaraan tertentu.
  • Honda Civic Si/Type R: Semua penjualan untuk model ini adalah manual, karena tidak ditawarkan dengan transmisi otomatis.
  • Ford: Menolak memberikan angka spesifik, namun terus menawarkan manual di Bronco dan Mustang.

Mengapa Manual Tetap Ada

Permintaan yang terus berlanjut terhadap transmisi manual bukan sekadar nostalgia. Bagi banyak pengemudi, semakin besarnya keterlibatan pengemudi, kendali, dan pengalaman keseluruhan menjadi alasan peralihan tersebut. Hal ini terutama berlaku untuk kendaraan berperforma tinggi, di mana para peminatnya memprioritaskan presisi dan rasa dibandingkan kenyamanan.

Transmisi manual juga merupakan simbol kemurnian otomotif. Di dunia kendaraan yang semakin otomatis, perpindahan gigi melambangkan hubungan langsung antara pengemudi dan mesin. Daya tarik ini sangat kuat terutama di kalangan generasi muda yang menyukai pengalaman analog di dunia digital.

Pandangan Masa Depan

Meskipun tren keseluruhannya mengarah pada otomatisasi, angka-angka ini membuktikan bahwa transmisi manual tidak akan hilang dalam waktu dekat. Produsen mobil yang terus menawarkan manual melayani basis pelanggan berdedikasi yang kemungkinan akan terus menuntut opsi ini di tahun-tahun mendatang. Kelangsungan hidup manual ini bergantung pada pemeliharaan keseimbangan antara daya tarik peminat dan realitas pasar.

Transmisi manual tetap menjadi pilihan yang layak bagi mereka yang lebih menghargai pengalaman berkendara daripada kenyamanan, dan produsen mobil yang menyadari hal ini akan terus melihat permintaan untuk konfigurasi tiga pedal.