Skoda akan menarik diri dari pasar otomotif Tiongkok pada pertengahan tahun 2026, menandai kemunduran dramatis bagi merek yang pernah berkembang pesat di sana. Hanya delapan tahun setelah mencapai puncak penjualannya, kehadiran perusahaan di Tiongkok menjadi tidak berkelanjutan karena produsen mobil lokal mendominasi, khususnya di segmen kendaraan listrik (EV) yang berkembang pesat.
Dari Pemimpin Pasar hingga Hampir Tidak Relevan
Pada tahun 2018, Skoda menjual 341.000 kendaraan di Tiongkok, mewakili 27,2% dari penjualan globalnya. Hal ini menjadikan Tiongkok sebagai pasar tunggal terbesar bagi perusahaan tersebut, bahkan melebihi basis perusahaannya di Republik Ceko dan Jerman (rumah dari perusahaan induknya, Volkswagen Group). Namun, perubahan cepat dalam preferensi konsumen terhadap kendaraan listrik dan hibrida plug-in telah menghancurkan pangsa pasar Skoda. Pada tahun 2023, penjualannya anjlok menjadi hanya 15.000 unit, atau hanya menyumbang 1,4% dari total penjualan global merek tersebut.
Pergeseran Strategis ke Asia Tenggara
Skoda akan terus memenuhi pesanan yang ada dan memenuhi garansi melalui mitra regional hingga pertengahan tahun 2026, tetapi tidak lagi mengejar penjualan kendaraan baru. Perusahaan mengalihkan fokusnya ke pasar Asia Tenggara, dimana perusahaan melihat potensi pertumbuhan yang lebih besar. Keputusan ini menyoroti semakin sulitnya produsen mobil asing bersaing dalam persaingan ketat di Tiongkok.
Bangkitnya Merek Lokal dan Dominasi EV
Penurunan Skoda mencerminkan tren yang lebih luas di pasar otomotif Tiongkok. Merek-merek lokal telah memperoleh daya tarik yang signifikan dengan mengadopsi dan berinovasi secara cepat di sektor kendaraan listrik, sementara perusahaan-perusahaan asing kesulitan untuk mengimbanginya. Berbeda dengan penawarannya di Eropa, Skoda gagal memperkenalkan jajaran kendaraan listriknya ke Tiongkok, sehingga rentan terhadap persaingan domestik. Jaringan 500 dealer perusahaan yang dahulu luas telah menyusut, dengan banyak lokasi yang ditutup atau diserap ke dalam ruang pamer Volkswagen SAIC dengan format “shop-in-shop”.
Daftar Keluar yang Bertambah
Skoda bukan satu-satunya yang mundur dari pasar Tiongkok. Mitsubishi, Fiat, DS, dan Acura sudah keluar, sementara perusahaan lain seperti Jeep dan Land Rover kini hanya mengandalkan kendaraan impor dibandingkan produksi lokal. Sementara itu, Grup Volkswagen terus berinvestasi besar-besaran pada merek Volkswagen dan Audi, dengan tujuan memperluas penawaran kendaraan listrik mereka melalui kemitraan lokal.
Pergeseran strategi Skoda merupakan indikasi jelas dari perubahan dinamika dalam industri otomotif Tiongkok. Keluarnya merek ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi oleh produsen mobil asing di pasar yang didominasi oleh persaingan lokal yang berkembang pesat.
