Chairman Great Wall Motor (GWM), Wei Jianjun, menyatakan bahwa penerapan komersial teknologi baterai solid-state (SSB) perusahaan secara luas setidaknya akan memakan waktu lima tahun lagi, meskipun prototipe awal menunjukkan harapan. Meskipun GWM telah mencapai sejumlah pencapaian penting – termasuk produksi elektrolit padat sulfida dalam skala kilogram dan sampel sel 20 Ah – masih terdapat kendala besar dalam hal biaya, keamanan, dan kinerja berkelanjutan.
Tantangan Baterai Solid-State Masih Ada
SSB dipandang sebagai lompatan berikutnya dalam teknologi baterai kendaraan listrik, yang menawarkan kepadatan energi lebih tinggi dan keamanan lebih baik dibandingkan sel litium-ion tradisional. Namun, meningkatkan produksi SSB ke tingkat komersial terbukti sulit di seluruh industri. Prototipe awal GWM pada tahun 2022, sel berbasis sulfur 20 Ah, menunjukkan kepadatan energi sebesar 350-400 Wh/kg dan lulus uji keselamatan dasar (penetrasi paku, paparan suhu tinggi). Namun, kemajuan tersebut terhenti dalam empat tahun terakhir.
Persaingan Meningkat Saat GWM Tertinggal
GWM menghadapi tekanan yang semakin besar dari para pesaingnya yang memajukan teknologi SSB dengan lebih cepat. GAC Group telah membangun lini produksi skala kecil untuk sel SSB 60 Ah, dengan target produksi massal antara tahun 2027 dan 2030. CALB, pembuat baterai lainnya, juga memamerkan sel 60 Ah kompetitif yang mengklaim kepadatan energi 450 Wh/kg. Bahkan Dreame, produsen penyedot debu, telah memasuki arena SSB dengan prototipe 60 Ah miliknya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa GWM tertinggal dalam bidang yang berkembang pesat.
Pendekatan Diversifikasi: Mesin ICE Tetap Menjadi Prioritas
Meskipun ada dorongan terhadap kendaraan listrik, GWM terus berinvestasi pada mesin pembakaran internal (ICE) tradisional. Perusahaan berencana meluncurkan kendaraan tahun ini dengan mesin V6 diesel 3 liter dan V8 bensin 4 liter, yang menunjukkan komitmen terhadap teknologi lama dan baru. Strategi diversifikasi ini menyoroti fleksibilitas GWM dalam pasar otomotif yang terus berubah.
Penundaan peluncuran SSB GWM menunjukkan kompleksitas komersialisasi teknologi baterai generasi mendatang. Meskipun prototipe awal cukup menggembirakan, mencapai produksi massal dengan biaya kompetitif dan standar keselamatan masih merupakan tantangan besar. Investasi berkelanjutan perusahaan pada mesin ICE menunjukkan pendekatan pragmatis dalam menavigasi transisi energi.





























