Nissan sedang mempertimbangkan kembalinya secara strategis ke segmen pick-up Eropa, dan berpotensi memperkenalkan Frontier Pro sebagai opsi plug-in hybrid (PHEV). Langkah ini akan menandai perubahan signifikan bagi merek tersebut, yang mundur dari pasar berkapasitas satu ton pada tahun 2022 menyusul penghentian Navara dan penutupan fasilitas produksinya di Spanyol.
Pesaing Hibrida Berkinerja Tinggi
Dikembangkan melalui usaha patungan Nissan dengan pabrikan Tiongkok Dongfeng, Frontier Pro dirancang untuk utilitas dan performa tinggi. Saat ini tersedia di Tiongkok dengan konfigurasi diesel dan PHEV, versi hybrid menawarkan spesifikasi teknis yang mengesankan:
- Powertrain: Mesin bensin 1,5 liter turbocharged yang dipadukan dengan motor listrik.
- Performa: Lebih dari 400bhp dan 800Nm torsi, memberikan kemampuan penarik dan pengangkutan yang signifikan.
- Jangkauan Listrik: Baterai yang mampu menempuh jarak sekitar 135km (84 mil) dalam siklus pengujian di Tiongkok.
- Desain: Estetika modern yang menampilkan velg 18 inci dan pencahayaan LED khas yang terinspirasi oleh Hardbody D21 klasik tahun 1980-an.
Rintangan Ekonomi: Mengapa Kesepakatan Belum Selesai
Meskipun kendaraan ini menjanjikan, kedatangannya di Eropa tidak dijamin. Membawa model pasar Tiongkok ke benua ini membutuhkan lebih dari sekedar pengiriman; hal ini memerlukan homologasi —proses untuk memastikan kendaraan memenuhi standar regional yang ketat.
Untuk memasuki pasar Eropa, pusat teknik Nissan di Cranfield, Inggris, perlu melakukan sertifikasi powertrain dan memastikan kendaraan tersebut memenuhi peraturan keselamatan dan uji tabrak Eropa yang ketat. Proses ini merupakan upaya finansial yang sangat besar, seringkali memakan biaya lebih dari €10 juta. Nissan harus memutuskan apakah proyeksi volume penjualan dapat membenarkan investasi awal yang signifikan ini.
Konteks Strategis: Kebangkitan Nissan di Eropa
Potensi peluncuran ini merupakan bagian dari upaya Nissan yang lebih luas untuk mengakhiri periode “kelaparan produk” di Eropa. Setelah periode yang lambat setelah peluncuran Qashqai dan Ariya, merek ini secara agresif memperluas jajaran produknya untuk melawan meningkatnya pengaruh pabrikan otomotif Tiongkok.
Frontier Pro akan bergabung dengan daftar rencana impor yang terus bertambah, yang meliputi:
1. NX8, SUV listrik besar yang diposisikan lebih besar dari Ariya.
2. Model listrik yang baru diluncurkan seperti Juke EV.
3. Berbagai city car listrik yang akan datang.
Jika model ini disetujui, Nissan UK dapat memperluas jajarannya saat ini dari enam kendaraan menjadi sembilan pada tahun 2028.
“Frontier Pro PHEV adalah sebuah pick-up yang sedang dipelajari… Ini adalah kendaraan yang kami percaya memiliki potensi untuk Eropa,” kata Jordi Vila, Divisional VP Nissan.
Dampak Pasar
Jika Frontier Pro berhasil masuk ke showroom Eropa, ia akan langsung menantang pemain mapan seperti Ford Ranger PHEV. Dengan mendiversifikasi penawarannya dengan mobil hybrid berperforma tinggi dan SUV listrik berukuran besar, Nissan bertujuan untuk membangun kembali penjualannya di Eropa menjadi 500.000 unit per tahun pada tahun 2030.
Kesimpulan
Nissan sedang mempertimbangkan pertaruhan besar untuk kembali memasuki pasar pikap Eropa dengan mobil hybrid bertenaga yang dikembangkan di Tiongkok. Ketersediaan Frontier Pro bergantung pada apakah kinerja dan teknologinya dapat melebihi biaya besar yang harus dikeluarkan untuk mematuhi peraturan Eropa.
