Saat Honda menghadapi awal yang penuh tantangan di tahun 2026, ada satu model tertentu yang melawan tren: Honda Passport. Data penjualan terbaru menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam preferensi konsumen terhadap kendaraan tangguh dan berkemampuan off-road, khususnya dalam jajaran Passport.
Fenomena TrailSport
Performa menonjol dalam portofolio terbaru Honda adalah Passport TrailSport. Bulan lalu, trim TrailSport menyumbang lebih dari 80% dari seluruh penjualan Passport. Dari sekitar 5.000 unit yang terjual, sebagian besar adalah trim kelas menengah khusus ini.
Lonjakan popularitas ini mengikuti penyegaran menyeluruh pada TrailSport untuk model tahun 2026. Meskipun trim ini memulai debutnya pada tahun 2022, pembaruan terkini mengubahnya menjadi pesaing off-road yang sah dengan menambahkan:
– Ban 31 inci untuk traksi yang lebih baik;
– Pelat selip baja untuk melindungi bagian bawah bodi mobil;
– Kait derek tugas berat ;
– Jarak bebas ke tanah 8,3 inci.
Tren ini menyoroti meningkatnya selera konsumen terhadap SUV “gaya hidup”—kendaraan yang menawarkan kegunaan crossover standar namun memiliki kemampuan estetika dan fungsional seperti mobil off-roader khusus.
Tas Campuran untuk Honda
Meskipun Passport sukses secara individu, gambaran umum Honda lebih kompleks. Meskipun penjualan Paspor telah tumbuh sebesar 20,1% dalam tiga bulan pertama tahun 2026, pertumbuhan ini terjadi dalam ekosistem yang menyusut.
Pemenang dan Pecundang
Performa jajaran Honda sangat terfragmentasi:
– The Accord: Titik terang utama, dengan penjualan melonjak 21,9% menjadi 37.317 unit.
– The Ridgeline: Menunjukkan ketahanan yang moderat dengan peningkatan 0,3%.
– CR-V & Civic: Meskipun menjadi pemimpin volume Honda, keduanya mengalami penurunan (CR-V turun 3,8%; Civic turun 2,3%).
– Prolog (EV): Menghadapi perjuangan yang signifikan, dengan penjualan anjlok sebesar 65,3%.
– Model Lainnya: HR-V (-24,2%) dan Odyssey (-16,4%) juga mengalami penurunan yang signifikan.
Gambaran Besar: Kontekstualisasi Angka
Data ini menyajikan sebuah paradoks. Di satu sisi, Honda telah berhasil memasuki segmen “petualangan” dengan Passport TrailSport dan menyaksikan kebangkitan kembali Accord. Di sisi lain, merek ini menghadapi penurunan secara keseluruhan, dengan total penjualan turun 5,1% pada kuartal pertama.
Penurunan tajam dalam penjualan Prolog sangat jelas; Hal ini menunjukkan bahwa meskipun konsumen sangat menginginkan mesin pembakaran internal (ICE) dan hibrida yang tangguh, transisi ke kendaraan listrik (EV) tetap menjadi rintangan yang sulit bagi merek tersebut. Selain itu, meskipun pertumbuhan Passport sebesar 20% sangat mengesankan, hal ini belum cukup untuk mengimbangi bulan Maret yang sulit, dimana total penjualan Honda turun sebesar 12,9%.
Keberhasilan Passport TrailSport membuktikan bahwa trim yang terspesialisasi dan kokoh merupakan pendorong penjualan yang kuat, bahkan ketika pasar otomotif yang lebih luas menghadapi tantangan dan pergeseran minat konsumen terhadap elektrifikasi.
Singkatnya, Honda meraih kesuksesan dengan memenuhi keinginan konsumen khusus akan ketangguhan dan keandalan sedan tradisional, bahkan ketika mereka berjuang untuk mempertahankan momentum dalam jajaran kendaraan listrik dan volume keseluruhannya.






























